Home / BERITA / Simulasi Pemberdayaan Satuan Linmas Guna Tingkatkan Keamanan di Masyarakat

Simulasi Pemberdayaan Satuan Linmas Guna Tingkatkan Keamanan di Masyarakat

Ngawi 16 November 2017 di Benteng Pendem diselenggarakan Acara Simulasi Pemberdayaan Satuan Perlindungan Masyarakat (Linmas)  dan Masyarakat dalam Rangka Penyelengaraan Pam Swakarsa (Pasukan Pengaman Masyarakat Swakarsa) . Hadir pada acara ini Sekda Mokh. Sodiq Triwidiyanto , Forkopimda Kabupaten Ngawi, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Propinsi Jawa Timur, Kepala Satpol PP Kabupaten/ Kota Se-Jawa Timur, Pejabat yang membidangi Linmas Se-Jawa Timur dan Tamu Undangan.

Mokh. Sodiq dalam sambutannya mengatakan bahwa diselenggarakannya kegiatan ini untuk meningkatkan kemampuan Masyarakat dalam cegah tangkal terhadap gangguan keamanan lingkungan dan menyiapkan Aparatur Satuan Linmas Desa/Kelurahan dalam pengembangan Pengamanan Swakarsa yang berbasis masyarakat.

Dalam kesempatan ini Sodik juga menyampaikan bahwasannya perlu adanya latihan secara praktek dan simulasi terhadap satuan LINMAS, karena keberadaan Satuan Linmas memiliki peran dalam Kerangka Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta, untuk  mewujudkan bentuk dan kinerja keamanan wilayah Indonesia.

Dengan digelarnya acara ini diharapkan Satuan Linmas dapat menjadi pelopor dan pengerak Pengamanan Swakarsa di tengah-tengah masyarakat dan terwujud kerjasama yang sinergi antara Pemerintah Dearah dengan Instansi terkait TNI, Polri, dan Tokoh Masyarakat , RT/RW untuk membentuk kelompok-kelompok masyarakat  guna menciptakan situasi tertib,  tentram dan aman di  Jawa Timur.

Sementara itu Kepala  Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Propinsi Jawa Timur dalam kesempatan ini mengatakan bahwa kegiatan ini mempunyai tiga tujuan, pertama meningkatkan koordinasi, informasi, sinkronisasi dan sinergitas dalam penyelenggaraan Pam Swakarsa di Jawa Timur antara Aparat Satuan Linmas Kab/Kota,  Desa/Kelurahan, Tokoh Masyarakat RT/RW,  dengan berbagai elemen masyarakat lainnya, Kedua agar peserta dapat mengidentifikasi dan mengantisipasi mencegah tangkal secara dini timbulnya gangguan Trantibum dengan mengetahui latar belakang penyebab timbulnya gangguan Trantibum dan terakhir peserta dapat merespon dengan arif dan bijaksana setiap perkembangan situasi yang menjurus pada terjadinya gangguan Trantibum.

“ Diharapkan semua tujuan itu bisa terlaksana dengan baik oleh para peserta agar bisa menciptakan suasan aman , nyaman dan tentram dalam di masyarakat,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Peringatan Hari TB Sedunia, Bupati Ajak Semua Pihak Berantas TB

Hari Tuberkulosis Sedunia atau World Tb Day, selalu diperingati setiap tanggal 24 ...