Home / BERITA / Indonesia-Arab Saudi Perkuat Kerjasama Pendidikan

Indonesia-Arab Saudi Perkuat Kerjasama Pendidikan

Wakil Presiden (Wapres) menerima kunjungan Rektor Universitas Islam Imam Mohammed Bin Saud dan Anggota Dewan Ulama Senior Kerajaan Saudi Arabia Dr. Sulaiman Bin Abdullah Aba Al-Khail, di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Kamis (06/04/2017).

Kedatangan Al-Khail merupakan arahan langsung dari Raja Salman sebagai tindak lanjut kesepakatan yang dicapai antara Indonesia dan Saudi Arabia, khususnya di bidang pendidikan, pada kunjungan Raja Salaman beberapa waktu lalu.

Al-Khail menyampaikan ucapan terima kasih atas sambutan yang luar biasa yang datang dari masyarakat Indonesia pada kunjungan Raja Salman dan berharap semoga kerjasama yang disepakati dapat memberi dampak positif bagi semua pihak.

Ia mengungkapkan kedatangannya kali ini untuk meresmikan sejumlah akademi Arab Saudi yang terdapat di sejumlah wilayah di Indonesia, meresmikan Saudi Corner, menghadiri wisuda mahasiswa atau alumni LIPIA (Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab) di Indonesia, serta forum temu budaya dan konferensi. Dari hasil kunjungannya tersebut ia menyampaikan optimisme-nya terhadap hubungan kedua negara.

“Dari apa yang kami saksikan, pertemuan-pertemuan, Saudi Arabia Corner, dan kegiatan lainnya telah menumbuhkan harapan yang lebih besar untuk mewujudkan kerjasama kedua bangsa yang bersaudara. Kerjasama bidang pendidikan ini secara positif berpengaruh pada pertumbuhan dan pembentukan sumber daya manusia bagi kedua negara. Diharapkan akan banyak lagi kerjasama saling menguntungkan diantara kedua negara,” terang Al-Khail.

Lebih lanjut, Al-Khail menyampaikan, Universitas Islam Imam Mohammed Bin Saud yang berpusat di Riyadh mempunyai cabang di Indonesia yaitu LIPIA di Jakarta. Upaya ini adalah bentuk kerjasama dalam rangka misi pendidikan dan upaya ini mendapat arahan dan dukungan dari Raja Salman, putra mahkota dan deputi putra mahkota.

“Universitas Islam Imam Mohammed Bin Saud adalah universitas bertaraf internasional dan memiliki cabang di berbagai negara di dunia yang bertujuan menyebarkan Islam berlandaskan Quran dan Sunnah dan senantiasa menyerukan nilai yang moderat, toleransi dan interaksi yang berkeadilan, serta mendorong bagi terciptanya keamanan dunia,” ungkapnya.

Ia berharap kerjasama dibidang ilmiah dan akademi dapat terus terjalin dan menjadi teladan bagi dunia yang hasilnya dapat terlihat di berbagai aspek dan dimensi untuk kemaslahatan bersama.

“Selamat atas berbagai pertumbuhan dan pencapaian Indonesia yang tampak di berbagai bidang dan aspek. Kami melihat pencapaian di berbagai wilayah Indonesia yang tentunya merupakan hasil dari peran besar pemerintah dan orang-orang yang bekerja dengan tulus,” tutur Al-Khail.

Wapres menyampaikan, kunjungan Raja Salman pada Maret lalu mendapatkan sambutan yang paling hangat. Hal ini melambangkan persahabatan yang mendalam antara Arab Saudi dan Indonesia.

Menurut Wapres, kerjasama Indonesia dan Arab Saudi di bidang pendidikan sudah berlangsung lama. Seperti diketahui, di Indonesia, universitas negeri Islam mencapai lebih dari 50 universitas negeri.

Wapres mengungkapkan, sekarang ini sedang dikembangkan Universitas Islam Internasional untuk mencapai pendidikan Islam yang lebih tinggi. Dari sebelumnya hanya mempelajari ilmu agama, menjadi lebih luas mempelajari ekonomi Islam dan kedokteran Islam yang akan menjadi potensi kerjasama yang lebih banyak lagi dengan Arab Saudi.

“Puluhan ribu pesantren dan madrasah berkembang terus sepanjang sejarah. Sekarang ini pesantren dan madarasah lebih dimodernisasi sehingga dapat menyesuaikan dengan dunia yang berkembang dan memberikan lapangan kerja lebih baik bagi lulusan-lulusannya,” ujar Wapres.

Al-Khail mengungkapkan bahwa ada beberapa negara Islam yang bertanya mengapa banyak lembaga pendidikan yang dibangun Arab Saudi di Indonesia. Ia menjawab bahwa Indonesia merupakan prioritas bagi Arab Saudi karena warganya sejak lama telah mencintai dan menaruh apresiasi terhadap bangsa Arab Saudi.

“Apa yang kami lakukan saat ini di Indonesia masih sangat kecil dibanding apa yang seharusnya kami berikan kepada bangsa Indonesia,” ucapnya.

Al-Khail mengatakan, LIPIA, merupakan lembaga yang besar dan sudah punya sejumlah cabang di Indonesia.

“Saya sudah lama mendengar LIPIA dan saya tahu alumninya banyak memegang peranan penting di Indonesia, di pemerintahan, DPR, dan pengusaha-pengusaha. Ini memberi kontribusi yang baik dalam peningkatan sumber daya manusia di indonesia,” sambung Wapres.

Wapres pun menekankan, kerjasama di bidang ekonomi dan investasi sekarang ini sangat penting untuk mempererat hubungan Indonesia dengan Arab Saudi.

“Kemarin saya bersama Presiden IBD (Islamic Development Bank) Dr. Bandar Hajjar meresmikan pusat kedokteran modern di Indonesia. Hal tersebut sangat bermanfaat sebagai international research tentang kedokteran tropis di Indonesia yang diharapkan dapat menjadi pusat research yang penting. Peningkatan ilmu agama di Indonesia sangat moderat dan plural untuk menjaga keamanan di dalam negeri,” jelas Wapres.

Dalam pertemuan tersebut, Wapres, yang juga Ketua Dewan Masjid Indonesia, menyampaikan, banyak bantuan pembangunan masjid di Indonesia. Sekarang ini ada 800 masjid di Indonesia dan ada banyak lembaga Arab Saudi di sini karena Indonesia adalah negara penduduk muslim terbesar. Banyaknya lembaga pendidikan dan masjid menunjukkan kecintaan bangsa Indonesia pada agama Islam.

“Di Indonesia hampir semua masjid dibangun oleh masyarakat sendiri dan oleh lembaga-lembaga sosial yang begitu banyak, masjid yang dibangun pemerintah hanya masjid-masjid besar seperti Istiqlal. Itulah kehidupan beragama di sini dari bawah membangun secara mandiri bagaimanapun caranya,” ungkapnya.

Al-Khail begitu berkesan mendengar pernyataan Wapres.

“Tidak asing jika ucapan itu disampaikan oleh pemerintah Indonesia yang memang memainkan strategi besar bagi kemajuan Islam dan bagi kaum muslimin. Pemerintah Arab Saudi selalu menaruh perhatian yang tinggi dan luar biasa kepada Indonesia yang dibuktikan dengan kunjungan bersejarah Raja Salman ke Indonesia,” imbuhnya.

“Insha Allah akan ada kunjungan lanjutan untuk menindaklanjuti dan mengawasi pelaksanaan kerjasama khususnya penyiapan lahan untuk pembangunan lembaga pendidikan sebagai bentuk perhatian dan semangat yang tinggi dari pemerintah daerah,” sambungnya.

Pada akhir pertemuan, Al-Khail menyampaikan kebahagiaannya atas pertemuan dengan Wapres dan meminta kesediaan Wapres untuk menerima wawancara dengan televisi nasional Arab Saudi.

Hadir bersama Al-Khail, Duta Besar Kerajaan Saudi Arabia untuk RI Osamah Mohammed Al-Shuibi, Wakil Rektor Urusan Pertukaran Informasi dan Hubungan Internasional Mohammed Saeed Al-Alam, Dekan Urusan Lembaga-Lembaga di Luar Negeri Dr. Abdullah H Al-Sulami, Direktur Lembaga Pendidikan Islam dan Bahasa Arab di Jakarta Dr. Khalid M. Al-Deham, Wakil Duta Besar Saudi Arabia Faisal Saud Al-Khenini, Atase Agama Kedutaan Arab Saudi Saad Hussein Namasi, Wakil Atase Militer Kedutaan Saudi Arabia Nasser A. Al-Wohaibi, dan Kabag Humas Kedutaan Saudi Arabia Isom Abdulkadir Bobsait.

Sementara Wapres didampingi Kepala Sekretariat Wakil Presiden Mohamad Oemar, Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Pembangunan Manusia dan Pemerataan Pembangunan Bambang Widianto, dan Staf Khusus Wapres Bidang Penanggulangan Kemiskinan dan Otonomi Daerah Syahrul Udjud.

sumber : wapresri.go.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Karnaval Inbox Dipadati Ribuan Pengunjung di Ngawi

Ngawi. Program acara stasiun TV yang disiarkan secara langsung banyak diminati masyarakat ...